Sebagian besar nasihat soal ini datang dari orang yang menjual website, jadi nilainya tidak seberapa. Ini versi jujurnya, termasuk kapan Anda sebaiknya tidak usah.
Instagram saja memang cukup kalau pelanggan menemukan Anda karena lewat depan toko, semua penjualan terjadi di DM, dan belum pernah ada satu orang pun yang menanyakan website Anda. Banyak usaha bagus berjalan persis seperti itu. Kalau itu Anda, simpan uangnya.
Yang berubah adalah saat seseorang mendengar nama usaha Anda dari orang lain, lalu mengetiknya di Google. Akun media sosial jarang muncul di urutan atas untuk nama usaha Anda sendiri, menampilkan jam buka yang tidak pernah diperbarui, dan tidak memberi apa pun untuk diperiksa oleh pemasok atau pembeli besar.
Yang kedua adalah saat Anda ingin dianggap serius oleh orang yang bukan pembeli eceran — distributor, pemilik ruko, klien perusahaan, atau bank. Adil atau tidak, alamat email di domain sendiri dan halaman yang terbuka dengan benar mengubah cara percakapan itu dimulai.
Yang ketiga adalah kendali. Anda tidak memiliki akun Instagram Anda. Akun bisa dibatasi, dibajak, atau hilang, dan jangkauan yang Anda punya tahun lalu bukan jangkauan yang Anda punya sekarang. Website adalah satu-satunya aset pemasaran yang tidak bisa dimatikan orang lain.
Kalau ketiganya belum terjadi pada Anda, tunggu saja. Saat sudah terjadi, memperbaikinya cukup seminggu.